Fanny Elvarina - 12218469 - 3EA19
Menurut Mathis & Jackson (2012:5), manajemen sumber daya manusia (MSDM) dapat diartikan sebagai ilmu dan seni yang mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien dalam penggunaan kemampuan manusia agar dapat mencapai tujuan di setiap perusahaan.
Moses N. Kiggundu (1989), manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah pengembangan dan pemanfaatan pegawai dalam rangka tercapainya tujuan dan sasaran invdividu, organisasi, masyarakat, bangsa dan internasional yang efektif).
Amstrong (1990), manajemen sumber daya manusia adalah suatu pendekatan terhadap manajemen manusia yang berlandaskan pada empat prinsip dasar. Prinsip yang pertama adalah perusahaan harus dijadikan sebagai harta yang paling penting dan manajemen yang baik merupakan kunci keberhasilan dari sebuah organisasi. Prinsip yang kedua yaitu keberhasilan hanya dapat dicapai jika setiap kebijakan, peraturan, dan prosedur yang dibuat untuk sumber daya manusia dalam organisasi saling terkait satu sama lainnya dan dapat memberikan kontribusi nyata untuk tujuan organisasi. Prinsip ketiga yaitu nilai budaya dan suasana dalam organisasi memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pencapaian terbaik organisasi. Prinsip yang keempat adalah manajemen sumber daya manusia harus berhubungan, berintegrasi, dan bekerja sama dengan setiap anggota yang ada di dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Tulus (1992), pengertian menajemen sumber daya manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan atas pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan tenaga kerja dimaksud membantu tujuan organisasi, individu dan masyarakat.
Hasibuan (2000), manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai sebuah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan.
Kompensasi merupakan segala
sesuatu yang diterima dapat berupa fisik maupun non fisik dan harus dihitung
dan diberikan kepada seseorang yang umumnya merupakan objek yang dikecualikan
dari pajak pendapatan.
Kompensasi merupakan hal yang
kompleks dan sulit, karena didalamya melibatkan dasar kelayakan, logika,
rasional, dan dapat dipertanggungjawabkan serta menyangkut faktor emosional
dari aspek tenaga kerja.
Kompensasi diberikan dengan
tujuan memberikan rangsangan dan motivasi kepada tenaga kerja untuk
meningkatkan prestasi kerja, serta efisiensi dan efektivitas produksi. Oleh
karena itu, bila kompensasi diberikan secara benar, para karyawan akan lebih
terpuaskan dan termotivasi untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi
Pekerja kerah putih (white collar worker) mengacu pada pekerjaan administratif, manajerial atau profesional untuk sebuah organisasi dan mendapatkan jumlah gaji tetap sebagai imbalan setiap akhir bulan. Para pekerja ini biasanya diharuskan mengenakan pakaian formal berwarna putih, yaitu kemeja, celana panjang, dan dasi. Mereka tidak perlu melakukan pekerjaan kasar karena pekerjaan mereka sepenuhnya berorientasi pada pengetahuan.
Pekerja kerah biru (blue collar worker) adalah istilah yang digunakan untuk orang-orang pada karyawan yang melakukan kerja kasar untuk suatu organisasi dan mendapatkan upah yang dibayarkan setiap jam. Dulu, para pekerja diharuskan mengenakan seragam biru selama jam kerja mereka. Para pekerja kerah biru biasanya membutuhkan kekuatan fisik yang baik karena jenis pekerjaan yang mereka lakukan sangat melelahkan.
Istilah pekerja kerah putih dan kerah biru
pertama kali digunakan oleh seorang novelis bernama Upton Sinclair pada tahun
1920, yang kemudian digunakan oleh banyak pekerja secara umum pada tahun 1923.
Sejak saat itu, para pekerja diklasifikasikan dengan pekerja kerah putih atau
biru.
- Manajemen Sumber Daya Manusia adalah pemanfaatan para individu untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi
- Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
- Penyediaan staf
- Pengembangan sumber daya manusia
- Pemberian kompensasi
- Keselamatan dan kesehatan
- Hubungan kekaryawanan dan perburuhan
- Faktor Lingkungan Eksternal yang Mempengaruhi MSDM
- Tenaga kerja
- Pertimbangan-pertimbangan hukum
- Masyarakat
- Serikat-serikat pekerja
- Para pemegang saham
- Persaingan
- Para pelanggan
- Teknologi
- Ekonomi
- Peristiwa-peristiwa tidak terduga
- Yang menjalankan tugas-tugas MSDM
- Internal
- Pusat layanan bersama SDM
- Organisasi pemberi kerja profesional
- Manajer lini
- Manajer Sumber Daya Manusia berperan sebagai mitra stratejik
- Bekerja dengan manajemen puncak
- Memahami segi operasi dan rancangan organisasi
- Mampu pula menentukan kapabilitas tenaga kerja
- Memastikan bahwa sumber daya manusia mendukung misi perusahaan
- Klasifikasi SDM
-
Eksekutif adalah manajer tingkat puncak yang melapor
langsung kepada CEO perusahaan atau kepada kepala sebuah divisi besar
-
Generalis adalah orang-orang yang menjalankan tugas-tugas
dalam area yang sangat beragam, terkait dengan SDM
-
Spesialis bisa berupa seorang eksekutif,
manajer, atau nonmanajer sumber daya manusia yang secara khusus terlibat hanya
dengan salah satu area fungsional MSDM
R. Wayne Mondy. Manajemen Sumberdaya Manusia ; Judul asli : Human Resource, Tenth Edision. Edisi 10. 2008. Penerbit; Erlangga

Tidak ada komentar:
Posting Komentar